Kamis, 28 Maret 2019

ILMU PENGETAHUAN

Ilmusains, atau ilmu pengetahuan (InggrisscienceArabالعِلْـمُ) adalah usaha-usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya


Berbeda dengan pengetahuan, ilmu merupakan pengetahuan khusus tentang apa penyebab sesuatu dan mengapa. Ada persyaratan ilmiah sesuatu dapat disebut sebagai ilmu. Sifat ilmiah sebagai persyaratan ilmu banyak terpengaruh paradigma ilmu-ilmu alam yang telah ada lebih dahulu.
  1. Objektif. Ilmu harus memiliki objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya, tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam. Objeknya dapat bersifat ada, atau mungkin ada karena masih harus diuji keberadaannya. Dalam mengkaji objek, yang dicari adalah kebenaran, yakni persesuaian antara tahu dengan objek, sehingga disebut kebenaran objektif; bukan subjektif berdasarkan subjek peneliti atau subjek penunjang penelitian.
  2. Metodis adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran. Konsekuensinya, harus ada cara tertentu untuk menjamin kepastian kebenaran. Metodis berasal dari bahasa Yunani “Metodos” yang berarti: cara, jalan. Secara umum metodis berarti metode tertentu yang digunakan dan umumnya merujuk pada metode ilmiah.
  3. Sistematis. Dalam perjalanannya mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu objek, ilmu harus terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu , dan mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut objeknya. Pengetahuan yang tersusun secara sistematis dalam rangkaian sebab akibat merupakan syarat ilmu yang ketiga.
  4. Universal. Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum (tidak bersifat tertentu). Contoh: semua segitiga bersudut 180º. Karenanya universal merupakan syarat ilmu yang keempat. Belakangan ilmu-ilmu sosial menyadari kadar ke-umum-an (universal) yang dikandungnya berbeda dengan ilmu-ilmu alam mengingat objeknya adalah tindakan manusia. Karena itu untuk mencapai tingkat universalitas dalam ilmu-ilmu sosial, harus tersedia konteks dan tertentu pula.

Dari sekian banyak cabang ilmu pengetahuan, salah satunya ada yang secara khusus mempelajari mengenai benda langit, dikenal sebagai Ilmu Astronomi.

Astronomi sebagai ilmu, adalah salah satu yang tertua, sebagaimana diketahui dari artifak-artifak astronomis yang berasal dari era prasejarah, misalnya monumen-monumen dari Mesir dan Nubia.

Berikut ini contoh media pembelajaran yang berkaita dengan ilmu astronomi, yaitu Tata Surya.








7 komentar:

  1. Itu media pembelajarannya dibuat pakai apa ya?

    BalasHapus
  2. pake aplikasi easy skect pro.3.0

    BalasHapus
  3. Bagaimana cara kita memilih metode yang tepat untuk memyampaikan sebuah materi/konsep kepada siswa agar meminimalisir

    BalasHapus
  4. Apa bedanya dwngan aplikasi sparkol Bu..?

    BalasHapus
  5. Bagaimana cara kita memilih metode yang tepat untuk memyampaikan sebuah materi/konsep kepada siswa agar meminimalisir terjadinya penyimpangan?

    BalasHapus
  6. Videonya membantu memvisualkan materi di blog. Mantaap.. .

    BalasHapus